Maniakucing.com merupakan blog pecinta kucing yang membahas berbagai informasi tentang kucing.

Daftar Harga Anak kucing Siam Di Indonesia - Kenapa di bahas harganya? Yah, memang sangat menarik p...
Daftar Harga Anak kucing Siam Di Indonesia - Kenapa di bahas harganya? Yah, memang sangat menarik para pecinta kucing, untuk harga anakan yang umurnya 1-2-3 bulan hingga 6 bulan lho! Untuk penjualan kucing ini di tiap daerah mungkin akan sedikit berbeda yah! Ini hanya sebagai gambaran saja tidak untuk patokan karna harga akan berubah sewaktu-waktu.
Harga Kucing Siamese

Daftar Harga Kucing Siamese

Nahh, ada beberapa jenis kucing siamese dengan harga yang bervariasi. Contohnya saja harga kucing Siamese Tradisional, Siamese Klasik, dan Siamese Modern. Dari ketiga jenis kucing tersebut, yang manakah harga kucing paling mahal? Langsung aja simak harganya sebagai berikut.
Daftar Harga Anak Kucing Siamese Anakan
Gambar kucing siamese anakan
Harga Kucing Applehead Siamese Ras ASLI (Siamese Tradisional)
Sesuai dengan namanya, kucing jenis ini memiliki keunikan atau ciri khas pada kepalanya yang memang mirip dengan buah apel. Kucing ini memiliki badan berbobot yang proposional dengan kepalanya yang sangat bulat.
  • Umur 3 bulan (belum di vaksin) Rp 300.000 - Rp 800.000
  • Umur 3 bulan (sudah di vaksin) Rp 400.000 - Rp 900.000
  • Umur 6 bulan (belum di vaksin) Rp 1.000.000 - Rp 1.800.000
  • Umur 6 bulan (sudah di vaksin) Rp 1.250.000 - Rp 2.000.000
Baca juga : Cara melatih kucing buang air
Harga Kucing Applehead hasil perkawinan dengan kucing Lokal (Kampung)
  • Umur 3 bulan (belum di vaksin) Rp 150.000 - Rp 650.000
  • Umur 3 bulan (sudah di vaksin) Rp 200.000 - Rp 700.000
  • Umur 6 bulan (belum di vaksin) Rp 300.000 - Rp 550.000
  • Umur 6 bulan (sudah di vaksin) Rp 400.000 - Rp 800.000

Harga Kucing Siamese Klasik Ras ASLI (Siam Old Style)
Bentuknya hampir mirip dengan Kucing Siam Tradisional namun untuk berat badanya lebih ringan daripada Kucing Tradisional lho! Tidak hanya itu saja, untuk ukuran atau bentuk tubuhnya lebih memanjang dengan kakinya lebih tinggi serta untuk ekornya juga lebih panjang. Hebat bukan!?
  • Umur 3 bulan (belum di vaksin) Rp 250.000 - Rp 500.000
  • Umur 3 bulan (sudah di vaksin) Rp 350.000 - Rp 650.000
  • Umur 6 bulan (belum di vaksin) Rp 500.000 - Rp 1.000.000
  • Umur 6 bulan (sudah di vaksin) Rp 800.000 - Rp 1.300.000
Baca juga : Cara membuat kucing gemuk dan sehat
Harga Kucing Wedgehead Siamese Ras ASLI (Siamese Modern)
Kucing jenis ini memang hasil dari rekayasa genetik lho! Adapun nama latinya Wedgehead Siamese merupakan perpaduan antara Kucing Siam Tradisional dengan Kucing Siam Klasik. Keunikan ini yang memang membuat harga jenis kucing ini melesat dengan mahalnya!
  • Umur 3 bulan (belum di vaksin) Rp 800.000 - Rp 1.250.000
  • Umur 3 bulan (sudah di vaksin) Rp 1.000.000 - Rp 1.450.000
  • Umur 6 bulan (belum di vaksin) Rp 1.600.000 - Rp 2.100.000
  • Umur 6 bulan (sudah di vaksin) Rp 1.800.000 - Rp 2.300.000

Nah, itulah daftar harga anak kucing siam di indonesia yang sudah kamu ketahui. Jika kamu ingin membelinya, kamu bisa membeli di Pet Shop terdekat di kota anda, atau bisa juga membelinya secara online , kamu bisa cek di SINI! Semoga bermanfaat bagi kalian pecinta kucing, jangan lupa bagikan atau share artikel ini ke teman-teman kamu yah! Sekian dan Terimakasih.
Kata Kunci Pencarian :
  • kucing siam harga
  • harga anak kucing siam
  • harga kucing siam di indonesia

Cara Melatih Kucing Buang Air - Bagi kamu yang suka dengan hewan yang ludu dan bisa diajak bermain,...
Cara Melatih Kucing Buang Air - Bagi kamu yang suka dengan hewan yang ludu dan bisa diajak bermain, memelihara kucing adalah pilihan yang sangat tepat dan benar menurut aku. Walaupun hewan kucing ini lucu dan banyak yang memeliharanya, tetapi tetap saja ada yang tidak suka karena saat dipelihara, kucing suka buang air sembarangan! Biasanya masih banyak yang belum tahu cara melatih kucing buang air.

Kamu pasti sudah tahu bahwa pup kucing itu baunya mantap! Nah, masih banyak orang yang masih kesulitan untuk menghilangkan bau yang dihasilkan dari kucing buang air. Di tempat si kucing buang air juga kadang susah dijangkau, contohnya di kolong tempat tidur, lemari, pojok kolong kursi ruang tamu dan lainnya. Terkadang malah sampe di tempat tidur, bayangkann! aku juga sering kelupaan kalo pintu kamar lupa tidak ditutup dan pastinya di pojok belakang pintu ada pipis kucing!
Baca juga : Cara membuat kucing gemuk dan sehat
Beberapa dari kita memang sudah banyak yang mencoba berbagai cara mencegah si kucing tidak buang air sembarangan seperti dengan menyediakan Cat Litter (Litter Box), membawa si kucing ke toilet dan semacam itu. Memang, secara alami si kucing akan buang air di pasir atau di tanah. Pada pelaksanaanya si kucing harus dikenalkan pada litter box tersebut dari usia dini. Untuk melatih kucing ataupun yang masih kitten (anak kucing) agar buang air tidak sembarangan, kita harus fokus dalam Litter Boxnya.

Cara Melatih Kucing Buang Air

Cara Melatih Kucing Buang Air di Dalam Litter Box
Cara Melatih Anak Kucing Buang Air di Dalam Litter Box. Via: catsfurnitureloft
Agar kamu tahu bagaimana cara yang terbaik cara melatih kucing buang air, maniakucing.com akan membagikan informasi yang bersumber dari WikiHow tentang cara melatih kucing buang air agar tidak sembarangan.

I. Menyiapkan Persediaan

1. Siapkan kota kotoran berukuran besar
Melatih Kucing Buang Air Dengan Litter Box Besar
Litter box sangat berpengaruh dalam cara melatih kucing buang air supaya tidak sembarangan via:id.wikihow.com
Pertumbuhan tubuh kucing memang sangat cepat, maka dari itu kamu kalau bisa membeli Litter Box langsung saja yang besar, jangan yang kecil apalagi ukuran nanggung. Karena kotak yang besar dapat membuat si kucing masuk kek kotak dengan leluasa serta akan sangat nyaman untuk buang air, karena tidak merasa sempit.

Buat kamu yang memiliki anak kucing yang dirasa tidak sampai untuk memanjat ke Litter Box, cobalah kamu membuat jembatan buatan agar anak kucing bisa memanjatnya tanpa kesulitan.

2. Memilih kotak kotoran yang tertutup
Melatih Kucing Buang Air Dengan Litter Box Tertutup
Melatih kucing buang air dengan menggunakan Litter Box yang tertutup.
Ini juga salah satu cara alternatif memilih kotak untuk anak kucing buang air. Ada beberapa jenis kotak yang memang sekelilingnya tertutup. Kotak jenis ini merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menahan pasir serta kotoran kucing yang suka di gali atau di dorong lalu ini juga berfungsi untuk menghalangi bau yang keluar dari tempat tersebut. Tidak hanya itu saja lho! Kucing juga akan terasa nyaman dan aman dengan kotak jenis yang seperti ini. Ada juga kelemahan dari kotak jenis ini yaitu sedikit lebih mahal kalau dilihat dari segi harganya dengan Litter Box yang biasa
Baca juga : Cara mengatasi bulu kucing rontok
Nah, ini juga layaknya pemilihan kotak Litter Box yang biasa, usahakan kamu membeli dengan ukuran yang besar untuk jenis kotak kotoran yang tertutup. Seharusnya kamu lebih paham kalau si kucing suka mengendus-ngendus kesana dan kesini di Litter Box sebelum mengubur kotorannya. Untuk itu, dengan menggunakan kotak yang besar, kucing peliharaan kamu akan lebih leluasa bergerak untuk menyelesaikan buang air besarnya.

Kamu harus tahu bahwa kebanyak kucing memang tidak suka saat pertama kali dikenalkan dengan kotak kotoran (Litter Box) jenis yang seperti ini karena ada pintunya. Kalau bisa kamu melepas pintunya agar kucing terbiasa memakainya.

3. Pemilihan pasir
Kucing Persia Putih dan Litter Boxnya
Memilih jenis pasir untuk kucing yang bagus.
Kalau kamu tahu bahwa sangaat banyak jenis pasir yang dapat digunakan untuk kucing berusia remaja maupun kucing dewasa (berumur 8 bulan keatas). Dalam pemilihan pasir juga harus cermat, kamu harus memilik produk (pasir)  yang memang tidak terdapat debu, karena debu juga dapat membuat iritasi pada paru-paru kucing. Nah, untuk memilih pasir untuk kucing yang tepat, usahakan kamu memilih dengan faktor berikut ini :

Menggunakan pasir yang tidak beraroma atau tidak wangi, karena bisa saja si kucing memang tidak suka serta akan memilih tempat yang lain dan terdapat bau kotoran kucingnya.
Memakai jenis pasir yang mudah diserok atau diangkat.
Kamu bisa memilih jenis pasir yang sudah biasa digunakan untuk kotoran kucing kamu.

4. Alat tambahan
Skop untuk Membuang Kotoran Kucing
Skop untuk Membuang Kotoran Kucing
Nah, ini yang terakhir dalam menyiapkan persediaan untuk kotoran kucing yaitu membeli alat-alat tambahan seperti penyerok atau sekop mini dan kain. Untuk alat penyerok akan berfungsi untuk membuang kotoran kucing yang ada di pasir, kemudia kain bisa diletakkan dibawah kotak agar pasir untuk kucing tidak berantakan di kandang atau lantai rumah kamu.

II. Cara Untuk Memperkenalkan Kotak Kotoran Pada Kucing

1. Menaruh kotak di tempat yang tenang
Menaruh Kotak Kotoran di Tempat yang Tenang
Menaruh litter box kucing di tempat yang tenang seperti di sudut atau pojokan ruangan. via : wikihow.com
Maniakucing.com memiliki cara khusus melatih kucing untuk baung air yang efektif yaitu dengan cara menaruh kotak kotoran yang mudah untuk digunakan, dengan kondisi yang tidak ramai juga kalau bisa jauh dari aktifitas hewan lain maupun manusia.

Lebih baik kotak kotoran kucing ditaruh ditempat yang sering singgah oleh si kucing, seperti di kandang, ruangan khusus kucing, bahkan sampai tempat bermain si kucing. Nah cara ini dilakukan agar si kucing bisa melihat kotaknya secara langsung dan juga kalau dia ingin pup atau buang air besar, tinggal langsung ke kotaknya.
Baca juga : Harga dan Jenis Vaksin Untuk Kucing
Tidak hanya manusia saja loh! Tetapi juga si kucing akan berpikir bahwa dia butuh privasi, apalagi untuk masalah buang air besar, pastinya ia lebih suka bersembunyi-sembunyi, entah di kolong, dibelakang sofa, disudut ruang tamu, di belakang pintu, pokoknya yang jarang terlihat oleh siapapun kecuali si kucing.

Kalau kamu baru memulai melatih anak kucing, wajib untuk memindahkan kotak kotoran dan lakukan secara perlahan dari beberapa meter setiap harinya. Cara memindahkan kotak ke ruangan yang berbeda untuk keesokan harinya dapat menaruh mangkuk makananya di tempat kotak tersebut terlebih dahulu, karena sering kali kucing sangat keberatan jika buang air di dekat tempat makan mereka dan pastinya akan memilih tempat lain.

2. Taruh kucing di Litter Box
Menaruh Anak Kucing ke Litter Box
Menaruh anak kucing kampung ke Litter Box. via: petlogue.com
Hmm, beberapa proses kamu wajib untuk mencoba menaruh kucing peliharaan kamu ke Litter Box, kenapa? Karena agar si kucing terbiasa dengan aroma di dalamnya atau sudah mengenali. Memang tidak langsung digunakan oleh si kucing tetapi disitulah ada proses perkenalan dengan tempat baru (Litter Box) disitu.

Usahakan kamu menaruh dengan intensif setelah dia makan, kenapa setelah makan? Ya, biasanya setelah makan kucing akan langsung mencari tempat untuk buang air besar, tidak hanya setelah makan loh! Tetapi juga setelah bangun tidur, bermain atau aktifitas lainnya. Kalau kucing kamu sudah mengendus-ngendus, mencakar-cakar lantai dan sekitarnya, bahkan sampai berjongkok di sutatu tempat, segeralah pindahkan kucing kamu ke Litter Box. Hal itu bisa untuk membiasakan si kucing agar pup di Litter Box. Cara ini tidak untuk membiasakan ke Litter Box saja lho! Tetapi juga bisa melatih kucing kamu agar buang air besar di kamar mandi.

3. Sayangi Kucingmu
Mengusap-usap Kucing Membuatnya Senang
Kasih sayang induk kucing sedang memeluk anaknya
Wahh, ini juga termasuk tips yang ampuh untuk cara melatih kucing buang yaitu dengan memakai Litter Box, berikan juga kasih sayang dengan cara mengelus-elus kepalanya, leher, serta seluruh tubuhnya. Jangan coba-coba kamu memarahinya, kalau sering dimarahin maka kucing akan tidak nurut bahkan mau berontak sampai mencakar-cakar bahkan mengejarnya, selain itu juga kucing kamu akan takut.

4. Menyediaan lebih dari satu kotak (Litter Box)
Punya Lebih Dari 1 Cat Litter itu Lebih Baik
6 Litter Box yang bermacam-macam, lebih dari 1 Litter Box lebih baik. via: jadagram.com
Cara ini agar kucing kamu bisa memilih tempat buang air besar sesuai keinginan kucing kamu, dan ini juga bisa mencegah ketika Litter Box sudah penuh, maka kucing kamu akan memilih kotak pup yang satunya, jadi cara ini cukup efisien lho!

5. Memasukan Ke Dalam Kandang (Jika Perlu)
Mengurung Kucing di Tempat Khusus yang Luas
Mengurung kucing di dalam kandang. via: tribunnews.com
Ke dalam kandanga maksudnya mengelompokan ke dalam suatu ruangan agar mudah diatur, kemudian kamu bisa menaruh kotak kotoran di pojokan. Ini dilakukan dalam 1 minggu saja agar cepat proses adaptasinya. Jika kucing kamu sudah mau buang air besar atau pup, segeralah masukan kucing kamu ke dalam ruangan tersebut yang sudah disediakan tempat kotoranya.
Baca juga : Cara menghilangkan kutu pada kucing
Tidak hanya itu saja lho! Kamu juga harus memisahkan tempat tidurnya, kotak kotoran serta makananya di sudut yang berbeda, dan kalau bisa di ruangan itu jangan di taruh karpet. Karena si kucing tidak akan pup disitu kecuali terpaksa, biasanya kucing tiduran di karpet dan mencakar-cakarnya untuk bermain serta tidak tempat untuk pup

III. Menjaga dan Meningkatkan Kenyamanan si Kucing

1. Membersihkan sebagian dari kotak kotoran setiap hari
Membersihkan Sebagian Litter Box Kucing
Membersihkan Litter Box kucing dengan air bersih via: tumblr.com
Hmm, kelihatannya ribet ya. Namun ini penting lho karena kebanyakan kucing tidak suka buang air di tempat yang kotor. Jadi sehari sekali kamu usahakan membersihkan Litter Boxnya. Tapi sisakan sepotong kecil kotorannya ya, ini membantu banget agar si kucing mengenali bahwa Litter Box ini tempat pupnya.

2. Bersihkan seluruh kotak kotoran dengan rutin
Mencuci Litter Box Kucing Seminggu Sekali
Membersihkan Litter Box kucing minimal seminggu sekali. via: wikihow.com
Kalau yang ini kamu wajib memberisihkannya, minimal seminggu sekali saja sudah cukup. Buang kotorannya serta bersihkan. Nah, kalau kotaknya kosong langsung cuci dengan pembersih yang tidak bahaya (pakai sabun mandi), bilas lalu keringkan lalu ganti dengan pasir yang bersih.

3. Memindahkan pot tanaman
Kucing masuk kedalam pot bunga. via: vemale.com
Pot tanaman atau vas bunga yang besar biasanya sanget sering digunakan kucing untuk buang air kecil loh! Nah, untuk itu mencegah adalah hal yang harus dilakukan seperti menyingkirkan atau memindahkan dari jangkauan kucing. Kamu juga bisa menutupi potnya dengan kertas timah jika si kucing belum terbiasa untuk buang air di Litter Box.

Tips Jitu Melatih Kucing Buang Air Supaya Tidak Sembarangan

Gambar Kucing Tiduran di Litter Box di Artikel Cara Melatih Kucing Buang Air
Gambar kucing sedang duduk di Litter Box dalam kandang.
Selain dari tahap demi tahap untuk melatih kucing agar tidak buang air sembarangan, maniakucing.com juga punya tips lho! Ada beberapa tips yang ampuh banget dan kamu bisa mempraktekan dengan mudah, seperti :

1. Memberi Makanan Secara Teratur
Cara ini sangat bagus untuk memprediksi ia akan memakai kotak kotoran (Litter Box). Untuk anak kucing biasanya membutuhkan waktu sampai 20 menit setelah makan kemudian buang air. Nah, kalau sudah sekitar waktu segitu, bawalah kucing kamu ke kotak kotoran.
Baca juga : Ciri-ciri kucing stres
2. Gunakanlah jenis pasir yang berbeda
Kamu bisa mencoba berbagai jenis pasir agar kamu tahu mana jenis pasir yang disukai oleh kucingmu. Kemudian apakah si kucing lebih suka dengan pasir yang biasa atau yang beraroma wangi.

3. Mengganti jenis pasir secara perlahan
Kalau memang harus mengganti jenis pasir, kamu bisa mencoba menggantinya secara perlahan dari satu pasir ke pasir yang lain dengan cara mencampurkan pasir yang baru dengan yang lalu, kemudian menambah jumlah pasir yang baru dalam jangka waktu sekitar 2 mingguan.

4. Kenali tingkah laku si kucing
Kamu bisa perhatikan tingkah laku si kucing kalau sudah kebelet ingin buang air besar, biasanya si kucing akan mengeong-ngeong, menggaruk-garuk lantai di pojokan, mengendus-ngendus tempat yang sulit dilihat seperti di kolong mejar atau kursi dan di pojokan. Itu memang tanda si kucing ingin buang air besar dan sudah tidak tahan lagi, segeralah bawa kucingmu ke Litter Box atau ke kamar mandi.

Untuk mengajari kucing buang air besar atau buang air kecil memang harus bersabar, mualai dari persiapannya, pengenalan sampai mengurus kotorannya, terkadang kamu juga harus memperhatikan kucing akan buang air, jadi kamu harus menikmati proses tersebut agar kucing kamu pintar dalam buang air besar dan buang air kecil.

Kalau kamu punya anak kucing mungkin akan lebih mudah dalam mengajarkan buang air pada tempatnya dibandingkan dengan kucing yang sudah besar atau dewasa. Tetapi tidak menutup kemungkinan bawa si kucing yang dewasa tidak bisa melakukanya juga ya! Semoga artikel cara melatih kucing buang air ini sangat berguna buat kamu yang sedang melatih kucing. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman pecinta kucing lainnya yah! Agar teman-temanmu tau informasi penting ini. Terimakasih.
Baca juga : Cara memotong kuku kucing yang baik dan benar

Kata Kunci Pencarian :

  • cara melatih kucing
  • cara melatih kucing persia
  • cara melatih kucing kampung
  • cara melatih kucing anggora
  • cara melatih kucing buang air di toilet
  • cara melatih kucing buang air
  • cara melatih kucing agar nurut
  • cara melatih anak kucing
  • cara melatih kucing biar nurut
  • cara melatih kucing persia agar nurut
  • cara melatih kucing pup di toilet
  • cara melatih kucing supaya nurut
  • bagaimana cara melatih kucing
  • cara melatih anak kucing buang air
  • content://downloads/video/imFLNTpxKPI/cara-membuat-kucing-tidak-buang-air-sembarangan html
  • cara melatih kucing pup di pasir
  • cara melatih kucing poop di pasir
  • cara agar kucing anakan agar pup tidak sembarangan
  • melatih kucing
  • cara melatih kucing bab di pasir
  • ciri ciri kucing mau pup
  • cara mengajari kucing buang air
  • cara melatih kucing buang air di wc
  • cara melatih kucing kampung agar tidak bab dan kencing sembarangan
  • cara mengajari kucing buang air di pasir
  • cara mengajari kucing buang air di wc
  • cara mengajari kucing poop di tempat yg sudah ada
  • cara2 melatih kucing supaya tidak berak di pokok bunga
  • Cara cepat mengajarkan kucing pup di Wc
  • cara melatih kucing anggora supaya buang air di pasir
  • cara kucing persia buang poop
  • cara melatih kucing pup di wc
  • cara melatih kucing buang air pada tempatnya
  • cara melatih kucing umur 2 bulan
  • cara ngajarin kucing pup
  • apa yg harus di lakukan pemilik kucing persia ketika kucing sudah buang air besar?
  • cara mengajari kucing buang kotoran
  • cara obati kucing yang buang air besar terus tiap menit

Kucing Makan Tikus - Hati-hati kalau kucing kamu makan tikus, sangat berbahaya, bahkan bisa membuat...
Kucing Makan Tikus - Hati-hati kalau kucing kamu makan tikus, sangat berbahaya, bahkan bisa membuat kucing kamu mati! Jangan dianggap remeh lho! Untuk itu maniakucing.com membuat artikel tentang penyebab dan Akibat Kucing Makan Tikus berdasarkan pengalaman pribadi. Simak artikelnya.

Penyebab Kucing Makan Tikus

Kucing Makan Tikus
Gambar kucing maine coon makan tikus
Nahh, untuk yang belum tahu apasi penyebab kucing memakan tikus? Sebenarnya ini bermula dari kebiasaan, kenapa kebiasaan? Jadi gini, kalau kamu memang memelihara kucing dari kecil atau bahkan dari lahir. Pasti kamu akan merawatnya dengan sungguh-sungguh dan pastinya tidak ingin kucing kamu kenapa-kenapa. Nah, kalau kucing kamu kebiasaan berada di dalam rumah, baik itu di dalam kandang ataupun diluar kandang yang intinya di dalam rumah, pasti sangat jarang untuk berburu diluar rumah,
Baca juga : 12 Bahaya memelihara kucing bagi wanita
Contoh berburu didalam rumah seperti memburu cicak, lalat, bahkan nyamuk. Dan sebenarnya itu hanya untuk bermain, ya! menurut pengalaman saya kucing akan memainkan binatang-binatang tersebut dan tidak sampai dimakan, kalaupun dimakan berarti kucing kamu sedang kelaparan!

Hati-hati kalau sampai berkelanjutan bisa berbahaya jika kucing kamu bertemu dengan tikus! Bakalan bisa di hajar habis-habisan! Oleh karena itu penyebab kucing memakan tikus yaitu yang pertama dan utama yaitu :
1. Kebiasaan 
Sebagian besar sudah dijelaskan diatas, bahwa kebiasaan adalah faktor penting dalam perawatan kucing agar sesuai dengan keinginan kamu dan pastinya terhindar dari hal yang tidak di inginkan.

2. Kelaparan
Kucing berburu tikus
Gambar kucing sedang berburu tikus dirumah.
Jelass untuk point yang ini, kalau sampe kelaparan bakalan di babat habis tuh tikus, ga cuma tikus, kecoa dan ular pun akan di makan lahap karna memang kucing peliharaan kamu kelaparan. Jadi kamu jangan sampai membuat kucing kamu kelaparan, pastikan kucing kamu makan sesuai jadwalnya atau rutinitas.
Baca juga : Hukum memelihara kucing dalam islam
3. Unsur Ketidak Sengajaan
Diliat dari judulnya juga sedikit membingungkan. Jadi begini, unsur dari ketidak sengajaan misalnya saja, ketika kamu sedang tidak mengawasi kucing peliharaan kamu dan sebelumnya kamu sudah memasang jebakan tikus dengan makanan yang diberikan racun tikus sehingga tikus tersebut mati di tempat jebakan yang kamu pasang, kemudian kucing kamu menemukan bangkai tikus disitu. Nah, karena kucing memang indra penciumanya sangat hebat! Maka bisa-bisa kucing kamu memakan bangkai tikus yang sudah terkena racun. Itu yang bisa membuat kucing kamu mati! Hati-hati!

4. Tempat asal
Untuk point yang ini biasanya terjadi pada kucing kampung, ya! Karena kucing kampung memang hidup bebas diluar dan liar karna tidak ada yang memelihara, bukanya tidak ada tetapi sebelum dipelihara memang kucing kampung hidup bebas. Karena dari asalnya aja sudah begitu, pastinya kucing tersebut gimana caranya mencari makan darimanapun entah itu nyolong atau maling ikan, ayam, atau makanan lainnya dari tetangga kamu. Atau bisa saja mengambil makanan sisa yang dibuang di tempat sampah bahkan sampai berburu tikus untuk keseharianya. Lebih baik sebelum kamu memelihara kucing kampung setidaknya di vaksin terlebih dahulu agar terhindar dari penyakit dan pastinya sehat.
Baca juga : Harga dan Jenis Vaksin Untuk Kucing

Akibat Kucing Makan Tikus

Waduhhh, bahaya banget jika kucing makan tikus, tikus itu memiliki virus takson apabila kucing tersebut buang air besar atau pup, itu bisa menyebabkan kecacatan pada wanita hamil "jika" menghirupnya atau cara lainya yang intinya virus tersebut masuk kedalam tubuh wanita yang sedang hamil.

Jelas saja tikus berbahaya, karna tikus rata-rata memang hidup di daerah yang kotor dan pastinya entah itu makanya, tempat tinggalnya semua kotor. Oleh karena itu tikus sangat banyak mengandung virus dan bakteri, pastikan kucing kamu terawat dengan benar dan terkontrol oleh kamu.
Baca juga : Bahaya bulu kucing bagi manusia menurut dokter
Itulah artikel mengenai Penyebab dan Akibat Kucing Makan Tikus, sudah tahu kan? Bahwa kalau kucing kamu memakan tikus, apalagi kalau tikus makan kucing, wahh bisa heboh itu hehehe. Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan atau share artikel ini ke teman-teman pecinta kucing lainnya ya! Agar tahu informasi penting ini. Jika ingin menambahkan atau membetulkan dan pertanyaan, silahkan tinggalkan komentar dibawah. Terimakasih


Kata Kunci Pencarian :

  • kucing makan tikus
  • tikus makan kucing
  • kucing makan racun tikus
  • gambar kucing makan tikus

Cara Membuat Kucing Gemuk dan Sehat - Banyak sekali para pecinta kucing menginginkan kucing peliha...
Cara Membuat Kucing Gemuk dan Sehat - Banyak sekali para pecinta kucing menginginkan kucing peliharaanya menjadi gemuk dan sehat dan beberapa ada pendapat bahwa kucing yang gemuk sangat lucu dan menggemaskan.

Nah, membuat kucing gemuk, sehat serta bulunya menjadi babgus memang keinginan dari semua pemelihara kucing. Akan tetapi dalam pelaksanaanya masih banyak yang bingung dan berujung asal-asalan dalam membuat si kucing menjadi gemuk.

Agar kamu tidak salah dengan cara menggemukan si kucing, maniakucing.com sendiri juga memiliki cara-cara serta tips yang memang bisa kamu prakterkan dirumah supaya kucing menjadi gemuk, bulu yang bagus serta sehat walafiat!

Cara Membuat Kucing Gemuk

Gambar Kucing Gemuk dan Lucu HD
Gambar kucing gemuk dan lucu, sampai obesitas. Via : Digaleria
Sebelum kamu tahu tentang cara-cara menggemukan kucing. Kamu harus tahu bahwa cara di bawah ini memang bukan cara cepat tetapi ada prosesnya dan semua tergantung kamu dalam merawat kucing, namun cara ini adalah cara yang paling efektif untuk menggemukan kucing kamu. Berikut adalah caranya.
1. Menambah nafsu makan
Kucing Sedang Nafsu Makan
Foto kucing sedang nafsu makan sampai tidak lazim, memakan burger. Via: kucinggue
Untuk cara pertama yaitu kamu harus bisa menambah atau menaikan nafsu makan si kucing. Ada beberapa cara agar kucingmu nafsu makan, contohnya : memoleskan sedikit makanan basah ke hidung kucing atau ke makanan kucing agar mau makan dengan makanan yang sudah di oleskan. Cara ini ampuh banget!

2. Memberi makanan yang mengandung Protein Tinggi
Kucing Sedang Makan Daging Raw Food
Kucing sangat suka makan raw food. Via : sukakucing
Cara ini juga terbukti ampuh untuk bikin kucing kamu jadi lebih gemuk yang mana kamu memberikan makanan dengan kandungan protein tinggi. Protein yang ini biasanya bisa kamu dapatkan dengan mudah dari daging seperti Raw Food Ayam atau ikan sebagai makanan utamanya. Kalau kamu masih ragu higenis atau tidaknya, kamu juga bisa merebusnya terlebih dahulu.

Selain dari daging, kamu juga bisa menambahkanya dengan kuning telur pada makanan kucing, hanya diambil kuninganya saja. Untuk pemberian kuning telor, kamu bisa memberikanya sekitar 2 - 3 kali dalam seminggu.

Nah, tidak hanya makanan basah, tetapi kamu juga bisa memberikan Dry Food untuk kucing, makanan dry food ini boleh diberikan dengan catatan hanya untuk camilan saja. Kamu harus pintar dalam memilih dry food terutama kandungan protein yang lebih banyak juga tidak mengandung banyak pewarna. Untuk pewarna pada dry food sangat berbahaya untuk ginjal! HATI-HATI !

3. Makanan yang sesuai kebutuhan
Gambar Unik Kucing Makan Layaknya Manusia
Makanan kucing supaya gemuk
Maksudnya apa ya? Makusdnya begini, sesuai kebutuhan diartikan bahwa kamu harus bisa memberikan makanan yang bergizi untuk kucing peliharaan kamu dan juga bervariatif agar kucing kamu tidak bosan. Contohnya saja Biskuit Kucing, nah kamu berikan biskuit itu ke kucingmu. Kalau tidak suka, kamu mengambil makanan yang berprotein tinggi seperti daging yang sudah dijelaskan pada nomor 2. Cara itu bisa dilakukan untuk menambah nafsu makan kucing.

Agar kucing kamu mempunyai bulu yang bagus dan lebat, jangan berikan kucing kamu ikan asin, kenapa? Karena kucing khususnya jenis persia sangat sensitif terhadap apa yang dikonsumsinya dan akibatnya bulu kucing rontok.
Baca juga : 12 Penyebab dan 7 Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok
Pilihan lainnya yaitu dengan cara memberikan produk yang tepat, nah salah satu produk makanan kucing yang bagus dan bisa membuat kucing menjadi gemuk dan sehat yaitu Royal Canin Exigent. Royal Canin Exigent adalah produk yang sangat banyak disukai kucing dan sudah terbukti dapat membuat kucing menjadi gemuk. Penasaran harganya? baca saja artikel Daftar Harga Makanan Kucing LENGKAP! (Beserta Gambarnya).

4. Vitamin
Memberikan Vitamin untuk Kucing
Memberikan vitamin untuk kucing supaya kucing gemuk dan bulunya lebat.
Vitamin juga salah satu kunci sukses dalam membuat kucing menjadi gemuk. Vitamin seperti apasi yang bikin kucing kamu jadi gemuk? Yaitu vitamin yang mengandung minyak ikan, ini sangat bagus untuk meningkatkan nafsu makan si kucing dan membantu untuk penggemukan badan serta bulunya menjadi sehat dan lebat!

Kamu cukup beli di Pet Shop terdekat lalu kamu berikan ke kucing peliharaan, bingung cara ngasihnya? Campurkan saja ke makanan atau bisa saja di oles ke mulut kucing.

5. Vaksin
Kucing Diberi Vaksin Supaya Sehat
Kucing diberi vaksin agar kesehatanya terjaga.
Waduhh, kenapa vaksin juga? Ya! ini sangat penting untuk kesehatan kucing kamu. Selalu kamu perhatikan kucing kamu dan berikan dia vaksin agar kucing kamu tidak gampang sakit. Kalau kucing kamu sehat, maka nafsu makannya juga tinggi dan bisa cepat gemuk. Masih tidak tahu? Kamu bisa membaca Harga dan Jenis Vaksin Untuk Kucing.

6. Mood Kucing
Foto Kucing Lucu Lagi Stres dan Galau
Foto kucing lagi stres dan galau, kaya manusia.
Lah kok mood juga termasuk? Jangankan manusia, kucingpun juga memiliki mood, terutama soal kenyamanan. Kucing sangat suka berada di kandang (ini tergantung kebiasaan kucing kamu, jika suka di rumah pasti akan lebih diluar kandang, dan juga sebaliknya). Kalau si kucing di dalam kandang terus kan bakal bosan dan setres. Inilah ciri-ciri kucing stres, setelah kamu membacanya kamu bisa melakukan beberapa hal seperti membelikan mainan untuk kucing agar kucing kamu senang.

Cara membuat mainanya itu ga perlu uang, cukup selembar kertas yang sudah tidak terpakai dan kamu genggam atau buat seperti bola kertas, kemudian kamu lemparkan saja (cara ini terbukti ampuh). Ingat jika kucing kamu stress , jelas berat badan kucing kamu tidak naik bahkan sampai kucing tidak mau makan.

Kesimpulanya

Untuk membuat kucing kamu menjadi gemuk dan sehat, tidak bisa dilakukan secara cepat atau instan. Butuh proses dan pastinya kamu harus lebih rajin melakukan cara ini dengan benar dan penuh kasih sayang. Ingat bahwa makanan yang tepat, kesehatan yang terjaga, serta membuat kucing kamu senang, itu adalah hal utama yang harus dilakukan dan itu merupakan cara membuat kucing gemuk yang efektif!
Baca juga : Bahaya Bulu Kucing Bagi Manusia Menurut Dokter

Kata Kunci Pencarian :

  • cara membuat kucing gemuk
  • cara menggemukan kucing
  • agar kucing cepat gemuk
  • cara menggemukan kucing
  • agar kucing gemuk
  • makanan kucing agar cepat gemuk
  • cara agar kucing gemuk
  • gambar kucing gemuk
  • cara membuat kucing kampung gemuk
  • cara membuat kucing persia gemuk
  • cara membuat kucing cepat gemuk
  • cara membuat kucing gemuk dan sehat
  • cara membuat anak kucing gemuk

Cara membantu kucing melahirkan - wah wahh, dari judulnya aja udah kaya manusia aja yah! padahal in...
Cara membantu kucing melahirkan - wah wahh, dari judulnya aja udah kaya manusia aja yah! padahal ini hewan peliharaan yang banyak disukai pecinta kucing. Apalagi anak kucing lucu, pasti bikin kamu makin betah dirumah.

Kucing yang sedang hamil biasanya umur kehamilanya sekitar 65 sampai 67 hari loh! Jika kamu sudah tahu kalau kucingnya lagi hamil, kamu harus menyiapkan dan membantu kucing melahirkan anaknya agar tidak mengotori kandang bahkan di rumah kamu, ingat jika kucing tidak mau makan segeralah periksa! Karena kondisi induk kucing yang sedang hamil akan sangat berpengaruh terhadap anaknya.
Baca juga : Berapa lama kucing hamil?

Cara Membantu Kucing Melahirkan

Cara Membantu Kucing Melahirkan
Gambar induk kucing sedang memeluh anaknya via : Cattery.co.id
Oleh karena itu maniakucing.com ingin membantu para catlovers untuk membantu kucing melahirkan. Simak artikelnya berikut ini.
Menyiapkan Persalinan
1. Perhatikan tanda-tanda kucing hamil
Ada beberapa tanda yang dapat membantu kamu untuk membedakan jika kucing kamu sedang hamil atau tidak.
  • Perbedaan yang sangat terlihat ketika kucing kamu lagi hamil yaitu berwarna merah jamu disekitar perut, puting susu kucing membesar, perut terasa lebih kenyal dari biasanya dan kucing sudah tidak lagi birahi (ingin kawin). Untuk lebih detailnya kamu dapat membaca ciri-ciri kucing hamil.

2. Segeralah membawa kucing untuk pemeriksaan
Kenapa harus segera? Ya kalo tidak segera di tangani maka akan mempengaruhi kucing secara langsung. Kalau kamu sudah tahu bahwa si kucing , bawalah ke dokter hewan untuk segera dilakukanya pemeriksaan.
  • Dokter hewan juga dapat memvonis kehamilan tersebut sedang berkembang tanpa adanya komplikasi serta dapat menganjurkan kamu untuk mempersiapkan persalinan nantinya.
  • Kucing yang mempunyai kelebihan berat badan juga harus segera dibawa ke dokter hewan terdekat untuk mencegah risiko adanya komplikasi ketika kamu sudah tahu bahwa adanya tanda-tanda kehamilan pada kucing kesayangan kamu.
  • Di beberapa instansi, dokter hewan yang tetap melanjutkan proses kehamilan juga dapat membahayakan induk kucing serta memandulkan si kucing pada tahap ini akan sangat direkomendasi.
  • Dokter hewan juga dapat mengira-ngira ada berapa jumlah anakan yang akan lahir nanti, yang mana dapat sangat berguna ketika nanti melakukan persalinan.

3. Penyesuaian pola makan saat hamil
Ketika kucing lagi hamil serta masa kehamilanya mendekati 42 hari, si kucing juga sangat memerlukan nutrisi yang khusus layaknya manusia, untuk itu pastikan kamu memberikan asupan makanan dan nutrisi yang tepat
  • Menjaga si kucing dengan diet yang wajar selama masa kehamilan, dietnya kucing dan manusia berbeda yaa! terutama untuk waktunya. Jangan sampai tidak diberi makan sama sekali.
  • Pada masa-masa dimana kucing hampir melahirkan, gantilah makananya degan makanan yang khusus untuk anakan kucing atau makanan berlabel kitten, yang mana lebih banyak kalori didalamnya. Karena rahim akan menekan ke perutnya, nah ini sangat berpengaruh pada kemampuan untuk mencerna makananya, oleh karena itu makanan untuk anakan kucing merupakan pilihan yang sangat tepat untuk si kucing agar terjaga nutrisinya.
4. Buatlah sebuah sarang. 
Kucing sangat membutuhkan kehangatan, ketenangan, serta tempat yang aman untuk melahirkan. Biasanya kucing menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan seperti mencari-cari lokasi tersebut ketika sudah menemukan tempat yang nyaman kemudian ini waktu yang tepat untuk melahirkan, dan inilah saat yang tepat bagi Kamu untuk menyiapkan tempat tersebut.
  • Kamar mandi adalah tempat yang cocok untuk membangun sarang si kucing; hanya saja pastikan dahulu tidak ada anak kecil atau anjing yang sering melewati tempat itu. Si induk harus merasa aman serta rileks di sarang tersebut.
  • Si induk juga harus memiliki akses yang baik ke tempat air minum serta makanannya, begitu juga dengan kotak tempat buang air yang jaraknya sekitar dua kaki, menempatkannya terlalu dekat sarang dapat meningkatkan risiko terserang penyakit.
  • Carilah kotak kardus yang lumayan besar dengan sisi yang agak tinggi lalu isilah dengan tatanan koran, kain halus dan handuk.
  • Apapun material yang Kamu gunakan, jangan sampai ada aroma yang menyengat, karena kucing sangat sensitif terhadap bau.

5. Persiapkan kucing Kamu untuk persalinan. 
Tetap berikan makanan berkualitas tinggi serta perhatikan bila nafsu makannya menurun yang menandakan saatnya sudah dekat.
  • Bila kucing Kamu berbulu panjang, mungkin Kamu perlu mempertimbangkan untuk memotongnya sedikit beberapa hari sebelum masa persalinan. Beberapa orang yang tidak ingin memotongnya biasanya menjepit bulunya menggunakan hairclip agar puting tidak terlalu tertutup oleh bulu sehingga bayi kucing tidak kesulitan ketika akan menyusu.
  • Bila Kamu tidak dapat memotong bulunya tepat waktu, biarkan saja, karena bila tetap Kamu potong hal itu malah akan mengganggu bayi kucing untuk mengenali induknya melalui aroma alami setelah mereka lahir.

6. Persiapkan diri Kamu menghadapi persalinan. 
Selain Kamu harus memiliki kotak sarang, makanan, air serta kotak pasir, Kamu juga perlu memiliki peralatan lain yang Kamu butuhkan ketika keadaan darurat.
  • Letakkan kotak pengangkut dekat dengan kucing untuk berjaga-jaga bila ada kejanggalan serta si induk perlu segera untuk diangkut ke dokter hewan.
  • Pastikan bahwa telepon genggam Kamu selalu dalam keadaan siaga dan juga memiliki nomor dokter hewan serta rumah sakit hewan untuk berjaga-jaga bila ada kejanggalan selama masa persalinan.
  • Persiapkan beberapa potong handuk kering untuk membersihkan bayi kucing nantinya.
  • Belilah susu bubuk untuk bayi kucing serta botol susu untuk bayi kucing di toko hewan terdekat untuk berjaga-jaga apabila ada masalah dalam proses menyusui.
7. Catat lama masa kehamilan. 
Ada masa tenggang pada kehamilan, biasanya itu dikarenakan adanya kesulitan dalam menentukan hari pertama kehamilan, namun kucing yang sudah hamil melebihi 67 hari harus dibawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Dokter hewan akan memeriksa perut si induk untuk melihat apakah bayi di dalamnya sehat, juga akan menyarankan memberi waktu ekstra 4-5 hari. Bila bayi masih belum lahir dalam kurun waktu tersebut, maka operasi cesar akan sangat disarankan.

8. Perhatikan bila ada tanda-tanda komplikasi. 
Peringatan adanya tanda-tanda komplikasi meliputi abnormal discharges dan penyakit. Keadaan tidak Normal: air kencing dari si induk terlihat tidak normal selama masa kehamilan. Hijau kekuningan mengindikasikan adanya infeksi pada rahim, hijau terang menandakan terpisahnya plasenta, juga berdarah ketika plasenta pecah. Bila Kamu melihat adanya tanda-tanda seperti itu, segeralah hubungi dokter hewan.
  • Penyakit: kehamilan membuat stres pada tubuh serta melemahkan sistem imun. Bila si induk terlihat tidak sehat, segeralah bawa ke dokter hewan.

Membantu Persalinan
Cara Membantu Kucing Persia Melahirkan
Menjaga jarak dengan induk kucing yang sedang hamil. Via : WikiHow.com
9. Jaga jarak.
Kehadiran Kamu di beberapa area, dapat menganggu kenyamanan si induk.
  • Jaga jarak yang cukup jauh untuk tidak mengganggu si induk, namun tetaplah sedekat mungkin serta bantulah bila si induk nampak kesulitan.
  • Bersiaplah untuk kemungkinan terburuk dan harus ketahui tanda-tandanya.

10. Ketahuilah tanda-tanda persalinan. 
Biasakanlah diri Kamu dengan tanda-tanda yang mengindikiasikan bahwa kucing Kamu akan segera melahirkan. Ini adalah bukaan pertama. Masa melahirkan berkisar antara 12-24 jam. Tanda-tandanya meliputi:
  • Gelisah, mencari tempat untuk bersembunyi (tunjukkan padanya sarang yang telah Kamu buat)
  • Terlalu sering membersihkan diri, termasuk menjilati bagian lubang kencingnya.
  • Berjalan dengan terengah-engah
  • Mendengkur dengan cukup keras
  • Suhu tubuh turun sekitar 1-2 derajat
  • Berhenti makan
  • Muntah
  • Bila Kamu mengetahui si kucing kencing darah, segeralah hubungi dokter hewan. Berdarah sebelum melahirkan merupakan tanda adanya kejanggalan juga Kamu harus segera membawanya ke dokter hewan.

11. Perhatikan pada setiap bayi yang lahir. 
Ketika si induk sudah masuk ke sarang serta memulai persalinan, hal yang dapat Kamu lakukan kini merupakan tetap tenang, bersiap, serta melihat jumlah bayi yang dilahirkan. Bila ada suatu gangguan atau suara hewan lain, atau si induk pindah ke tempat lain, maka dia akan menunda persalinan. Ketika bukaan kedua dimulai, perkembangan yang terjadi meliputi:
  • Leher rahim menjadi rileks juga mengalami kontraksi.
  • Kontraksi terjadi dengan interval 2-3 menit kemudian si induk akan berada di posisi merunduk.
Baca juga : Bahaya Bulu Kucing
12. Gelembung air yang pertama kali akan keluar, setelah itu baru si bayi, entah itu ekor atau kepala dahulu.
  • Ketika bukaan kedua sudah dimulai, akan menghabiskan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam lalu bayi kucing pertama harus segera lahir. Jarak kelahiran antar bayi sekitar 30-60 menit, namun tidak jarang dapat lebih dari itu.
  • Bila kucing Kamu duduk serta sudah mendorong lebih keras tanpa adanya bayi yang keluar lebih dari 1 jam, nampaknya itu merupakan tanda terjadinya suatu masalah. Periksalah di daerah vagina. Bila tidak ada apapun, maka akan lebih baik untuk menghubungi dokter hewan. Bila bayi masih belum keluar, tunggulah kira-kira 5 menit sebelum si induk mendorong lagi. Bila masih belum ada perkembangan, cucilah tangan Kamu, lalu pelan-pelan pegang bayi kucing tariklah perlahan-lahan. Bila bayi kucing tidak keluar dengan mudah, hubungi dokter hewan.
  • Pastikan bahwa si induk membuang lendir serta membersihkan setiap bayi. Si induk biasanya membuang membran lendir dengan menjilati setiap bagian tubuh si bayi. Si bayi haruslah bernafas juga bergerak dalam beberapa detik setelahnya.
  • Bila si induk tidak segera membersihkan lendirnya, sobeklah membran di sekeliling kepala bayi serta pastikan si bayi dapat bernafas. Basuh wajahnya dengan handuk kering.
  • Bila dimungkinkan, kembalikan si bayi ke sisi si induk, bahkan bila perlu tempatkanlah di bawah hidung si induk. Biasanya si induk akan menjilati si bayi. Meski nantinya si induk akan engabaikannya serta si bayi mulai basah lagi, keringkanlah si bayi menggunakan handuk kering. Efek dari perlakuan Kamu ini biasanya membuat si bayi menangis kemudian si induk akan menghampiri Kamu. Maka kini letakkan kembali si bayi ke sisi si induk.

13. Periksa plasentanya. 
Tiap bayi memiliki plasentanya sendiri, serta harus dihilangkan setelah mereka lahir. Perhatikan setiap placenta, jangan sampai ada yang tertinggal karena dapat menyebabkan infeksi bagi si induk.
  • JANGAN MENCOBA UNTUK MENARIK PLASENTA. Bila Kamu memaksakan untuk menariknya keluar juga menyebabkan uterus rusak, si induk dapat mati. Bila Kamu menduga bahwa plasenta belum keluar, bawalah si induk ke dokter hewan.
  • Perlu diingat bahwa normalnya plasenta tersebut akan dimakan oleh si induk. Karena plasenta penuh oleh hormon serta nutrisi yang diperlukan oleh tubuh si induk untuk pulih, jadi sebaiknya jangan mengganggu proses ini – hanya saja pastikan si induk tidak mencoba untuk memakan si bayi.

14. Biarkan si induk memakan 2-3 plasenta lalu buang sisanya, terlalu banyak nutrisi dapat menyebabkan diare atau muntah.
  • Cuci dan sterilkan tangan Kamu. Lepas jam tangan Kamu dan juga cincin di jari lalu cucilah menggunakan sabun anti-mikrobakteriial. Usapkan sabun di seluruh tangan Kamu. Paling tidak Kamu harus mencuci tangan selama 5 menit dengan tetap mengusapnya. Gunakan sikat kuku atau sikat gigi untuk membersihkan area di sekitar kuku Kamu.
  • Jangan gunakan sabun tangan! Kamu tentu tidak ingin si induk menjilat bahan-bahan berbahaya itu ke sekujur tubuh si bayi, yang nanti dapat membuatnya sakit.
  • Mencuci tangan merupakan suatu pencegahan saja serta hanya si induk yang diperbolehkan untuk menangani proses persalinan. Kamu perlu ikut campur apabila si bayi nampak kesusahan.
15. Jangan memotong tali pusar. 
Sangat disarankan untuk TIDAK memotong tali pusar dari placenta. Pada kebanyakan kasus, induknya sendiri yang akan memotong menggunakan giginya. Bila si induk tidak melakukannya, konsultasikan ke dokter hewan.
  • JANGAN MEMOTONG TALI PUSAR APABILA MASIH ADA BAGIAN YANG TERDAPAT DI DALAM TUBUH SI INDUK. Dikarenakan tali pusar terhubung dengan plasenta, plasenta dapat terjebak di dalam serta tidak dapat dikeluarkan, yang mana dapat menyebabkan infeksi bahkan kematian pada induk. Bila Kamu tidak mampu mengatasinya, teleponlah dokter hewan juga ikuti instruksi yang diberikan.

Setelah masa persalinan

Cara Membantu Kucing Melahirkan dan Tipsnya
Gambar induk kucing sedang mengurus anaknya dan menyusui. Via : cerpen.co.id
16. Pastikan bahwa si bayi diurus oleh si induk setelah lahir. 
Susu yang keluar setelah masa melahirkan penuh oleh colostrum berharga yang berguna sebagai antibodi bagi si bayi.
  • Ketahuilah bahwa si bayi buta dan tuli ketika mereka lahir, jadi mereka akan mencari puting si induk melalui penciuman dan meraba. Terkadang mereka akan langsung melakukannya, namun tidak jarang juga mereka akan menunggu beberapa saat sebelum akhirnya mulai mencarinya.
  • Si induk biasanya akan menunggu hingga semua anaknya lahir sebelum akhirnya mulai untuk menyusui. Namun, bila si induk nampak mengabaikan para bayi, persiapkanlah susu bubuk dan susui mereka menggunakan botol yang khusus untuk menyusui hewan kecil.
  • Bila si induk mau mengurus anak-anaknya namun ada masalah dengan susu yang tidak keluar, biasanya para bayi akan mengeong. Bila hal itu terjadi, hubungi dokter hewan, yang mungkin dapat menstimulasi, dan cobalah susui para bayi menggunakan botol.
Baca juga : Kandang Kucing Persia
17. Perhatikanlah kesehatan para bayi. 
Setelah para bayi lahir, awasi mereka dan pastikan bahwa mereka sehat selalu.
  • Bila si bayi terdengar seperti sedang tersedak, itu karena ada cairan di saluran udaranya. Pegang si bayi di antara kedua tangan Kamu dengan kepala berada di ujung jari. Perlahan-lahan ayunkan ke arah bawah. Hal ini akan membantunya untuk membuang cairannya keluar dari dalam paru-paru. Gunakan kain tipis untulk mengusap wajahnya. Pastikan untuk memakai sarung tangan, namun berhati-hatilah, bayi yang baru lahir agak sedikit licin.
  • Bila si induk cat nampak tidak peduli pada anak-anaknya, cobalah untuk mengusapkan aroma si induk ke para bayi. Bila si induk bersikukuh tetap tidak peduli, Kamu mungkin perlu untuk mengurus si bayi dengan tenaga sendiri. Penjadwalan pemberian susu, dan bila perlu teleponlah dokter hewan untuk meminta panduan.
  • Jangan langsung memutuskan bahwa si bayi tersebut mati bila nampak tidak bergerak. Pastikan dahulu dengan mengusap-usap si bayi untuk menstimulasi. Gunakan kain yang halus dan hangat untuk mengusapnya. Hal lain yang dapat Kamu merupakan menaik turunkan kaki atau meniup wajah dan mulutnya.

18. Perhatikan kesehatan si induk. 
Berikan makanan dengan kualitas yang baik dan air bersih segera setelah si induk melahirkan. SI induk tidak akan meninggalkan anak-anaknya, meski itu untuk makan atau hanya untuk kencing, maka dari itu letakkanlah kotak makanan dekat dengan kotak sarang. Hal ini sangat penting karena si induk membutuhkan tenaga dan nutrisi untuk menyusui anak-anaknya.
  • Untuk hari pertama, si induk mungkin tidak akan beranjak sama sekali; letakkan kotak makan sedekat mungkin dengan posisi si induk.
  • Periksa si induk untuk memastikan bahwa dia sudah pulih setelah persalinan dan sudah terjalin ikatan dengan anak-anaknya.

19. Catat setiap kelahiran. 
Catat waktu kelahiran, jenis kelamin, berat (gunakan skala bayi kucing), dan ketika placenta sudah keluar.
Informasi ini akan berguna nantinya untuk catatan medis atau untuk dokumentasi bila Kamu seorang peternak kucing.
Baca juga : Cara Merawat Anak Kucing Persia Umur 1-2-3 Bulan

Tips Membantu Kucing Melahirkan

  1. Ketika waktunya untuk melahirkan sudah dekat, pertimbangkanlah untuk meletakkan alas tidur warna hitam serta selimut di kasur Kamu, di samping Kamu perlu membuat kotak sarang, si kucing akan berpikir bahwa tempat melahirkan yang pas merupakan di atas kasur Kamu, karena terasa lebih familiar juga aman.
  2. Jangan mendekati kucing selama proses melahirkan kecuali Kamu perlu membantunya. Kamu dapat menjadi objek cakaran serta gigitan si kucing. Dekati si kucing hanya jika si kucing perlu bantuan dalam persalinannya.
  3. Kecuali Kamu sedang membiakkan kucing, pertimbangkanlah untuk memandulkan kucing Kamu, demi masa depan bayi kucing dan juga demi si induk. Memandulkan kucing akan menurunkan risiko untuk terkena pyometra – pyometra terjadi ketika uterus terisi oleh nanah setelah perputaran panas, yang menjurus ke infeksi serta kematian bila si betina tidak terlihat.
  4. Jangan ikut campur dalam persalinan bila si induk tidak mempunyai masalah apapun.
Naahh, itulah yang sudah maniakucing.com bahas tentang Cara membantu kucing melahirkan bonus tipsnya lagi. Semoga ini bermanfaat bagi kamu, jika ada pertanyaan silahkan tuliskan komentar kamu di bawah. Jangan lupa share atau bagikan artikel ini ke teman-teman pecinta kucing lainnya. Terimakasih.

Kata Kunci Pencarian :
  • cara membantu kucing melahirkan
  • cara membantu kucing persia melahirkan

Mitos Menabrak Kucing - Apakah kamu pernah menabrak kucing di jalan? Masih banyak orang yang mengan...
Mitos Menabrak Kucing - Apakah kamu pernah menabrak kucing di jalan? Masih banyak orang yang menganggap hewan keramat bisa membawa sial pada manusia jika menabraknya hingga mati. Benar atau tidak? Tetapi sebagian masyarakat masih memercayai adanya mitos tersebut.
Baca juga : Bahaya Memelihara Kucing Bagi Wanita
Mitos menabrak kucing hingga mati memang sudah lama sekali beredar di kalangan masyarakat Indonesia. Nah ini membuat masyarakat sering mengait-ngaitkan kejadian yang ada terutama setelah menabrak seekor kucing di jalan. Cerita ini memang sulit untuk dihalangkan dalam kehidupan dari rakyat Indonesia, bahkan sudah mendarah daging sampai saat ini.
Mitos Menabrak Kucing
Tidak heran, setelah menabrak kucing banyak sekali masyarakat yang melakukan ritual-ritual aneh yang bertujuan untuk menghilangkan kesialan dalam tubuhnya. Ada yang dengan mandi kembang, ada pula yang menguburkan kucing yang sudah mati layaknya manusia, serta masih banyak lagi ritual-ritual yang tujuannya untuk menghilangkan kesialan tersebut.
Baca juga : Hukum Memelihara Kucing Dalam Islam
Kemudian, bagiamana hukum menabrak kucing dalam islam? Apakah di dalam hadist sudah disebutkan mengenai kekeramatan kucing? Perlu kamu ketahui, bahwa kucing adalah hewan yang paling disukai oleh Nabi Sulaiman bahkan Nabi Muhammad SAW. Apakah atas dasar ini masyarakat Indonesia menjadikan kucing sebagai hewan keramat?

Menurut agama islam, manusia memang dilarang unutuk membunuh kucing atau binatang lainnya yang memang tidak mengganggu manusia. Jika kita enggan memberi makan, maka jangan sampai kita mengganggunya, apalagi sampai menyiksa bahkan membunuhnya. Oleh sebab itu, kucing dan lainnya juga makhluk dari ciptaan Allah SWT.

Di dalam sebuah hadist, di jelaskan dalam sebuah kisah yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Pada jaman dahulu, ada seorang wanita yang disiksa karena seekor kucing. Nah, wanita itu mengurung seekor kucing hingga mati. Pada saat itu kucing berada di dalam kurungan, wanita itu tidak pula memberikan makan dan minum. Lalu ia juga tidak mau melepas kucingnya untuk mencari makanan sendiri dengan menangkap serangga, atau hewan buruan kucing lainnya. Akibat dari ulah wanita itu, ia dimasukkan ke dalam api neraka. (Muttafaqun'alaih).
Baca juga : Nama Kucing Nabi Muhammad SAW
Di dalam syariat Islam, umatnya dianjurkan untuk mengasihi satu sama lain walaupun dengan seekor hewan. Nah ini juga bisa menjadi bukti bahwa Islam menjadi agama yang membawa kerahmatan bukan hanya untuk pemeluknya saja, tetapi juga seluruh makhluk yang ada di bumi ini.

Oleh sebab itu, Islam telah mengharamkan umatnya untuk membunuh binatang tanpa adanya tujuan yang jelas serta dibernarkan
ﻻ ﺗﺘﺨﺬﻭﺍ ﺷﻴﺌﺎ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻏﺮﺿﺎ. ﻣﺴﻠﻢ
"Janganlah engkau jadikan makhluk bernyawa sebagai sasaran." (Riwayat Muslim)

Menurut hadist tersebut, sudah terlihat jelas bahwa Islam tidak membenarkan apabila kamu sengaja menabrak kucing atau hewan lainnya. Tetapi, bila hal tersebut terjadi tanpa adanya unsur kesengajaan dan kamu sudah menghindar sebisa mungkin, Insya Allah tidak akan terjai apa-apa. Perlu kamu ketahui bahwa kucing adalah salah satu hewan yang tidak untuk diperjual belikan. Jadi, adanya mengadopsi dan untuk mengganti biaya perawatan atau makanan juga tidak terlalu mahal kurang lebihnya Rp. 500.000.-
Baca juga : Arti Mimpi Melihat Kucing Mati
Untuk dasar hadist Riwayat Muslim, penabrak tidak wajib mengganti uang ganti rugi jika menabrak kucing peliharaan seseorang.
ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻧﻬﻰ ﻋﻦ ﺑﻴﻊ ﺍﻟﻬﺮ
"Bahwasannya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang penjualan kucing." (Riwayat Muslim)

Hukum Menabrak Kucing

Hukum Menabrak Kucing
Menurut (QS. al-Ahzab: 5) Allah berfirman:

وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُم بِهِ وَلَكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Artinya: "Tidak ada dosa bagi-mu untuk perbuatan yang kamu tidak sengaja, tetapi (yang ada dosa) apa yang disengaja oleh hatimu."
Baca juga : Bahaya Bulu Kucing Bagi Manusia Menurut Dokter
Sehingga tugas bagi mereka yang secara tidak sengaja menabrak kucing hingga mati yaitu menguburnya, agar bangkai kucing ini tidak mengganggu orang lain.

Ada pertanyaan yang dilemparkan kepada Dr. Soleh al-Fauzan tentang hukum menabrak kucing, kemudian beliau menjawab :

أما إذا لم تتمكن من ذلك ودهستها من غير قصد ولم تتمكن من الامتناع عنها فلا حرج عليك من ذلك، وإنما تأثم لو تعمدت قتلها بدون مسوّغ؛ لأنها حيوانات لها حرمة وليست مؤذية

Namun jika hal tersebut tidak memungkinkan lalu anda menelindasnya tanpa kesengajaan ingin menghabisi nyawanya karena anda tidak bisa menghentikan kendaraan secara mendadak maka anda tidak berdosa.
Baca juga : Tanda Tanda Kucing Akan Mati
Anda berdosa karena membunuh hewan manakala anda dengan sengaja membunuhnya tanpa adanya alasan pembenar yang bisa dibenarkan karena hewan itu memiliki kehormatan dan dia tidak menyakiti anda. Via : al-forqan.net/fatawa/87.html

Nah, itulah kebenaran tentang mitos menabrak kucing dalam kehidupan masyarakat khususnya Indonesia dan pandangan islam. Oleh karena itu, lebih baik kita berhati-hati dalam mengendarai terutama ketika masuk wilayah perkampungan. Karena, biasanya kucing sangat banyak yang berkeliaran tanpa tahu ada kamu yang sedang melintas di jalan.

Penyebab dan Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok - Bulu adalah bagian yang penting untuk hewan, terut...
Penyebab dan Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok - Bulu adalah bagian yang penting untuk hewan, terutama untuk kucing. Bulu juga memiliki berbagai fungsi, seperti mempercantik si kucing serta bisa menghangatkan tubuhnya.  Contohnya bulu kucing persia, bulunya yang panjang serta lebat membuatnya semakin cantik dan lucu kalau diperhatikan. Tetapi kalau bulu kucing persia sampai rontok bagaimana? Kamu sebagai pemilik kucing harus cepat-cepat mencari tahu cara mengatasi bulu kucing rontok!

Bulu kucing rontok, sangat menyebalkan bagi si kucing dan kita sebagai pemiliknya. Bulu kucing bisa rontok dan tercecer atau tersebar di baju, apalagi baju yang hitam atau celana hitam serta di lantai, hati-hati juga si kucing terus mengalami kerontokan bulunya bisa-bisa sampe kebotakan lho! Jangan sampai Itu terjadi!

Bulu kucing rontok merupakan hal yang sudah biasa, tetapi tetap saja membuat kita tidak nyaman untuk melihatnya. Kucing yang berumur 4-5 bulan mengalaminya, karena pada saat itu terjadi pergantian bulu. Tetapi kalau rontoknya cukup parah jangan menganggapnya sepele, kamu bisa membaca bahaya bulu kucing untuk manusia. Agar kita tahu cara mengatasi bulu kucing yang rontok, maniakucing.com memiliki informasi tentang penyebab bulu kucing rontok dan cara mengatasi bulu kucing yang rontok.

Penyebab Bulu Kucing Rontok

Penyebab Bulu Kucing Rontok
Kenapa bulu kucing rontok ? Via : Seputarkucing.com
Ada yang tahu, kenapa bulu kucing rontok? Hmm, sebenernya ada beberapa penyebab atau alasan bulu kucingmu rontok, simak penyebabnya berikut ini :

1. Sudah waktunya
Loh kok bisa? Iyaa pada waktu tertentu kucing akan mengalami kerontokan pada bulunya, ini wajar. Biasanya setahun sekali kucing akan mengalami kerontokan pada bulunya yang lumayan banyak tetapi akan cepat berganti dengan bulu baru yang lebih bagus dan lembut. Untuk kucing betina yang sedang birahi ataupun hamil juga sangat rentan mengalami kerontokan pada bulunya.

2. Kekurangan Gizi
Nah ini juga yang biasa para pecinta kucing abaikan, tetapi ini juga bisa menyebabkan si kucing bulunya menjadi rontok. Penyebab bulu rontok pada kucing salah satunya yaitu : kekurangan vitamin A, vitamin E. Protein yang mana nutrisi tersebut sangat dibutuhkan dalam pembentukan bulu kucing.

3. Vitamin yang berlebihan
Selain dari kekurangan gizi, kelebihan vitamin juga tidak baik apalagi sampai overdosis, ini juga bisa menyebabkan kerontokan bulu, kulit menjadi kering, mengelupas bahkan berkerak. Jadi jangan sampai berlebihan dalam memberikan vitamin ya! berikan secukupnya saja.

4. Salah memilih produk untuk memandikan kucing
Ini dia yang kurang teliti. Untuk pemilihan produk mandi yang biasa digunakan yaitu shampo. Jika kamu memandikan kucing dengan shampo yang tidak cocok akan menyebabkan bulu kucing rontok. Jangan sekali-kali kamu memilih produk shampo kucing yang busanya banyak, kenapa ? karena sering sekali ditemukan kadar detergen yang tinggi dan menyebabkan kulit kucing menjadi iritasi serta bulunya tambah rontok.

5. Alergi
Alergi juga termasuk salah satu dari penyebab bulu kucing rontok lho! Walau bukan penyebab utama tetapi bisa memicu ke yang lebih serius seperti : dari obat, vaksin yang salah, parasit bahkan dari makanan kucing. Kalau udah kacau kaya gini, lebih baik langsung dibawa ke dokter hewan terdekat.

6. Suhu
Untuk suhu juga memang ada waktunya dan memang sudah wajar seperti yang ada di nomor 1 diatas. Fungsi utama bulu kucing adalah sebagai pengatur suhu badan. Ketika musim dingin, bulunya yang lebat akan menghangatkan tubuhnya, lalu saat musim sedang panas bulunya akan rontok supaya tidak kepanasan. Tetapi ada juga jenis kucing yang bulunya tetap sama ketika sedang musim dingin maupun musim panas.

7. Kutu dan Pinjal
Baca juga : 8 Cara menghilangkan kutu pada kucing
Nah ini yang horor, salah satu Ektoparasit ini bermukim di bulu dan di kulit. Mereka akan mengambil nutrisi tubuh yang ada di kucing melalui kulit, untuk nutrisi yang diambil otomatis bulunya akan rontok seketika. Nutrisi tersebut biasa digunakan untuk menjaga kesehatan bulu kucing tetapi malah dirampas sama si parasit.

8. Tungau
Tungau juga bisa menyebabkan rontoknya bulu kucing yaitu demodex dan scabies. Ini hampir sama seperti Kutu dan Pijal, tetapi tungau ini membuat lubang-lubang kecil seperti terowongan yang bisa dilihat di kulit kucing. Biasanya kalau sudah seperti ini kulitnya bisa infeksi dan bulunya bisa rontok seketika. Apalagi waktu disisir, akan banyak sekali bulu kucing yang menyangkut pada sisirnya.
Baca juga : Penyakit otitis pada telinga kucing
9. Jamur
Bulu kucing yang panjang dan lebat akan menjadi sangat rentan terkenanya jamur jika kondisi bulunya lembab. Akibatnya bulu kucing akan rontok.
Baca juga : Penyebab dan Cara mengatasi kucing terkena penyakit jamur
10. Pengobatan
Kok bisa? Iya, karena ini biasanya efek samping dari pengobatan tertentu yang membuat bulunya mengalami kerontokan.

11. Stres
Setres? Jelas sekali ini yang sering terjadi, jika kucing kamu sudah setres, pembuluh darah yang berfungsi mengirimkan nutrisi ke seluruh tubuh bisa macet total sehingga kucing tidak bergairan dan bulunya akan rontok tercecer. Inilah 10 Ciri ciri kucing stres pada umumnya.

12. Autoimunitas
Apa itu Autoimunitas? Autoimunitas adalah salah satu gangguan kekebalan tubuh yang dapat menyebabkan kerontokan pada bulu kucing. Segeralah periksa ke dokter hewan, karena autoimun adalah salah satu penyakit yang komplek dan bersifat sistemik.

Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok

Cara Mengatasi Bulu Kucing Rontok
Cara mengatasi bulu kucing rontok Via : Kucing.net
Nah, kamu sudah tahu kan kenapa bulu kucing rontok? sekarang tinggal mengetahui cara agar bulu kucing tidak rontok, simak cara mengatasinya berikut ini :

1. Dibiarkan dan dirawat seperti biasanya
Loh kenapa dibiarkan? ada beberapa penyebab seperti sudah pada waktunya atau sudah musimnya, contohnya saja sewaktu kucing sedang hamil atau birahi, sehabis pengobatan sebaiknya tetap dirawat seperti biasa. Simpel kan?

2. Memberikan mainan dan buat kucing terasa nyaman
Kucing juga butuh hiburan loh, jika kamu sudah melihat tanda-tanda kucing setres. Kamu bisa memberikan mainan khusus untuk kucing agar kucing kamu senang dan bulunya tidak rontok. Kamu bisa membuat mainan kucing dengan kertas kosong yang diremas menjadi bola dan dilemparkan agar kucing bermain dengan bola kertasnya.

3. Ganti produk yang cocok untuk kucing
Produk yang cocok itu bisa banyak sekali macamnya, contohnya saja yaitu : makanan kucing, alat atau produk mandi atau bsa juga yang berhubungan langsung dengan badannya. Nah jika sudah terasa tidak cocok, lebih baik kamu langsung menggantinya, tetapi kamu juga harus berkonsultasi sama yang sudah berpengalaman atau ahli.

4. Memandikan kucing
Perawatan kucing seperti memandikan kucing dengan rutin juga bisa mengatasi bulu kucing rontok. Memandikan kucing juga termasuk cara yang ampuh untuk membasmi parasit, tungau, jamur, bakteri yang bisa mempengaruhi kesehatan bulu kucing.

5. Berikan vitamin
Untuk memberikan vitamin jangan berlebihan yah! Berikan secukupnya saja agar kebutuhan nutrisi dan kesehatannya tercukupi. Hati-hati jangan sampai kucing kamu doping!

6. Menyisir Bulu Kucing
Ada bebrapa manfaat dari menyisir bulu kucing sebagai berikut :
- Bisa menyingkirkan kutu serta tungau kalau menggunakan sisir khusus
- Berguna untuk melancarkan metabolisme tubuh kucing yang nantinya berdampak bagus untuk kulit, layaknya pijet.
- Ini bisa membuat hubungan emosional kamu dan si kucing bisa semakin dekat.

Nah dari ke 3 manfaat menyisir bulu kucing tersebut, tentu bisa mengatasi bulu rontok pada kucing dan mencegah adanya kerontokan kembali.

7. Obat bulu kucing rontok
Selain cara diatas, memberinya obat bulu kucing rontok khusus kucing juga termasuk cara yang lumayan ampuh, kamu bisa membelinya di Pet Shop. Ingat! Gunakan obat ini secukupnya saja dan jangan sampai berlebihan dalam pemberian obatnya.

Eng, ing eng! Sudah selesai! Untuk mengatasi bulu kucing yang rontok pastikan kamu paham dengan penyebabnya. Jika sudah paham tinggal cara mengatasinya. Tetapi jika kamu masih ragu untuk mengatasi bulu kucing rontok dengan menggunakan cara-cara yang sudah disampaikan di atas, lebih baik kamu membawa kucingnya ke dokter hewan agar lebih pasti. Semoga artikel tentang penyebab dan cara mengatasi bulu kucing rontok bisa kamu praktekkan dirumah masing-masing! Jangan lupa share ke teman-teman pecinta kucing lainnya yah! Terimakasih.

Kata Kunci Pencarian :


  • bulu kucing rontok
  • penyebab bulu kucing rontok
  • cara agar bulu kucing tidak rontok
  • cara mengatasi bulu kucing rontok
  • agar bulu kucing tidak rontok
  • kenapa bulu kucing rontok
  • cara mengatasi bulu kucing yang rontok
  • mengatasi bulu kucing rontok
  • obat bulu kucing rontok
  • cara mengatasi bulu rontok pada kucing
  • shampo kucing untuk bulu rontok
  • mengatasi bulu kucing yang rontok
  • obat rontok bulu kucing


Bahaya memelihara kucing memang hal yang ditakuti oleh sebagian orang apalagi bagi kaum wanita. Ken...
Bahaya memelihara kucing memang hal yang ditakuti oleh sebagian orang apalagi bagi kaum wanita. Kenapa kok bisa begitu? Iya, karena sebagian besar disebabkan oleh kucing yang tidak tidak terawat, liar, bahkan kita tidak tau kondisi dari si kucing itu. Sebenarnya sangat banyak sekali yang harus kamu ketahui. Jika kamu masih penasaran, silahkan lanjutkan membaca sampai tuntas.

Bahaya Memelihara Kucing Bagi Perempuan

bahaya memelihara kucing
Foto wanita yang sedang mencium kucing peliharaanya Via : Lisa B/Corbls
Walaupun tingkahnya membuat kamu ingin menggendong bahkan sampai menciuminya, hati-hati bahwa ada bahaya bulu kucing bagi manusia yang memang kamu belum ketahui, apalagi sampe bulunya yang rontok masuk hidung kamu. Wahh bisa bahaya banget itu. Berikut Informasinya:

1. Toxoplasma
Untuk penyakit pada kucing jenis ini dimulai dari parasit yang tinggal di usus kucing. Nah, kemudian parasit ini bisa menular ke kamu melalui macam-macam media contohnya: melalui tinja, bulu kucing, serta tempat makanan kucing. toksoplasma juga dapat tumbuh di dalam tubuh manusia lho! Ini bisa berakibat terkenanya penyakit zoonosis pada manusia. Berikut ciri-ciri kucing terkena toksoplasma.

2. Asma
bulu kucing sangat berbahaya jika menyerang sistem pernapasan manusia. Ini bisa menyebabkan penyakit asma yang bisa membuat nafas kamu sesak! Di setiap helai bulu kucing terkandung virus-virus yang bisa menyebabkan asma. Jangan sampai kamu menciumi bulu kucing dan tidak sengaja virus tersebut masuk ke dalam tubuh kamu melalui sistem pernafasan, ya memang efeknya tidak saat itu, tetapi di kemudian hari.
Catatan: Jika kucing kamu sering dimandikan dan dibersihkan pastinya kesehatan kucing tidak terganggu agar tidak menyebabkan penyakit bagi manusia
3. Berakibat Bayi Cacat Hingga Keguguran
Waduh! Ini yang masih banyak sekali ditakuti, jelas lah mana ada wanita yang ingin bayinya cacat bahkan sampai keguguran, jelas tidak karena setiap wanita menginginkan bayi yang sempurna tidak ada cacat ataupun sampai keguguran.

Untuk penyakit ini bisa menurunkan daya tahan tubuh wanita hamil lalu kemudian perlahan-lahan akan menyerang sistem imun pada bayi dalam kandungan. Lebih baik kamu menjauhi kucing jika sedang hamil, jangan sampai kamu memeliharanya. Hmmm boleh memelihara tetapi dipisahkan dengan lingkungan keseharian kamu! Karena kesehatan ibu hamil dan bayinya lebih dipentingkan!

4. Alergi
Selain dari yang sudah ada diatas, penyakit ini juga dapat menyebabkan alergi yang bisa menular melalui pernapasan. Ketika alergi itu masuk kedalam tubuh kamu, tubuh akan langsung merespon dengan mensistesis histamine beserta zat kimia yang menyebabkan pemicu reaksi alergi. Contoh alerginya seperti gatal-gatal, mata berair, bersin-bersin disertai batuk, dan susah dalam bernapas.
Baca juga: 10 Ciri-ciri kucing stres
5. Gejala Infeksi
Gejala infeksi yang disebabkan oleh bulu kucing memang tidak terlihat secara kasat mata. Tetapi gejala ringan yang biasa diabaikan orang, lama-kelamaan akan menjadi tumpukan penyakit yang berbahaya. Gejala infeksi contohnya seperti hidrosefalus (menyerang organ otak), demam, jaundice, memar, pendarahan bawah kulit, dan pembesaran hati.
Jaundice adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Jaundice terjadi karena darah bayi mengandung kelebihan bilirubin, pigmen berwarna kuning pada sel darah merah.
6. Diare Kronis
Penyakit ini terjadi jika makanan yang sudah diendus bahkan sampai dijilat kucing, lebih baik kamu tidak mengkonsumsinya, karena air liur serta rongga mulut mengandung bakteri dan parasit, pastinya akan berpindah ke makanan. Catatan: Ini terjadi pada kucing yang tidak terawat dan pastinya sudah terserang penyakit.

Jika makanan sudah termakan oleh kamu, maka secara tidak langsung bakteri akan menyebar pada organ pencernaan serta melukai dinding lambung yang menyebabkan diare dan mencret.

7. Pembesaran Hati
Nah, untuk yang ini adalah tambahan dari nomor 1 yaitu toxoplasma. Untuk parasit toksoplasma yang masuk pada jaringan hati bisa merusak kinerja hati sehingga hati akan keghilangan kemampuannya dalam menguraikan hemoglobin yaitu membersihkan darah dan menyaring racun yang dihasilkan dari radikal bebas obat obatan dan dari makanan yang sudah di konsumsi. Kegagal pada jaringan hati dalam mengikat racun bisa menyebabkan hati menjadi meradan serta timbul pembengekakan.
Baca juga : Tips merawat kucing yang terkena penyakit kulit scabies
8. Kemandulan
Ini juga termasuk tambahan dari nomor 3. Bagi wanita memang lebih rentan terhadap gangguan kesuburan yang diakibatkan oleh parasit toksoplasmosis yang sering menempel pada bulu dan air liur kucing. Jika parasit ini tumbuh pada sistem reproduksi perempuan akan menyebabkan kesulitan untuk memiliki anak atau rentan terserang kemadulan. Kenapa? Karena di area alat reproduksinya sudah mengalami kerusakan.

9. Radang Paru-paru
Masih seputar dengan nomor 8 dan 3. Yaitu parasit toksoplasmosis juga bisa masuk pada pembuluh darah menuju paru-paru yang bisa menyebabkan jaringan paru-paru menjadi iritasi serta menimbulkan peradangan.

Radang paru-paru juga bisa mengakibatkan fungsi paru-paru menjadi terganggu dan kehilangan kemampuannya dalam hal sistem eksresi pada paru-paru. Untuk kondisi ini biasa juga mengakibatkan oksigen yang masuk ke dalam tubuh menjadi terhambat serta sistem pernafasan menjadi rusak.

10. Kurap (Ringworm)
Sesorang bisa terserang penyakit kulit (kurap) jika ada kucing yang bermain di tempat kotor yang kemudian bulunya dihinggapi bakteri yang menyebabkan penyakit kulit dan kamu berkontak langsung dengannya. Karena bulu kucing yang sudah terkontaminasi bakteri bisa membuat kondisi penyakit kurap menjadi lebih buruk. Selain itu juga dapat menyebabkan gejala demam berupa kepala terasa pusing, kehilangan nafsu makan serta mengalami pendaharan dibawah kulit.

11. Penglihatan Terganggu
Penglihatan yang terganggu disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae dan parasit Toksoplasma yang sudah menempel pada bulu kucing yang kemudian berpindah ketangan manusia bisa menyebabkan gangguan pada jaringan mata. Ini bisa terjadi ketika kamu berkontak langsung dengan kucing tanpa sengaja kamu menggaruk bagian mata karena gatal maka parasit toksoplasma juga berkembang biak pada jaringan mata dan mengiritasi retina, efeknya penglihatan kamu lama-kelamaan menjadi kabur.
Baca juga : Penyebab dan Cara mengatasi kucing mencret atau diare

12. Penyakit Cakar Kucing (Cat Scratch Disease)
Pada point ke 12 merupakan kelanjutan dari point 11 yaitu setelah bakteri Bartonella henselae menyerang mata kamu yang sudah terkena bakteri, pada lokasi cakaran atau gigitan, akan muncul benjolan kecil dalam waktu 10 hari. Benjolan itu dsertai gejala mual, muntah, demam, menggigil, lelah, peredangan, serta rasa nyeri pada bagian kelenjar getah bening. Untuk orang yang memiliki daya tubuh yang baik, penyakit cakar kucing ini tidak akan memberikan efek yang serius.

Tetapi bagi orang yang daya tahan tubuhnya sedang menurun atau terdapatnya gangguan seperti HIV/AIDS atau sedang dalam proses kemoterapi akibat kanker, bakteri jenis ini bisa mengakibatkan kondisi yang lebih serius atau fatal!

Selesai sudah! Itulah bahaya memelihara kucing. Jika kamu tidak ingin terkena penyakit tersebut, janganlah memelihara kucing dirumah. Jika tetap ingin memelihara kucing, pastikan kucing kamu sehat walafiat dan cucilah tangan kamu setelah memegan bulunya. Lebih baik mencegah daripada mengobati!

Kata kunci pencarian:

  • bahaya memelihara kucing bagi wanita
  • bahaya memelihara kucing persia
  • bahaya memelihara kucing bagi perempuan
  • bahaya memelihara kucing